SISTEM EVALUASI
Nama : Weni Ayu Sundari
NIM :
11901108
Semester/Kelas :
4/G PAI
Mata Kuliah :
Magang 1
SISTEM EVALUASI
A.
PENGERTIAN SISTEM EVALUASI PEMBELAJARAN
Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud
yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Sistem juga dapat diartikan sebagai
sekumpulan elemen yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai
suatu tujuan bersama.
Istilah evaluasi berasal dari bahasa Inggris yaitu Evaluation yang
artinya penilaian. Evaluasi dalam arti luas adalah suatu proses merencanakan,
memperoleh dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat
alternatif-alternatif keputusan. Evaluasi
tidak terbatas pada aktivitas teknis, melainkan juga non-teknis. Ia digunakan
dalam berbagai macam bidang, terutama dalam lingkup perusahaan, proyek ataupun
pekerjaan lain yang berhubungan dengan sistem. Evaluasi juga dapat diartikan
sebagai kegiatan mengumpulkan informasi tentang kinerja manusia, sistem, atau
alat yang kemudian digunakan untuk menentukan alternatif terbaik dalam membuat
keputusan. Evaluasi adalah proses penggambaran
dan penyempurnaan informasi yang berguna untuk menetapkan alternatif. Evaluasi
bisa mencakup arti tes dan pengukuran dan bisa juga berarti di luar keduanya.
Hasil Evaluasi bisa memberi keputusan yang profesional. Seseorang dapat
mengevaluasi baik dengan data kuantitatif maupun kualitatif.
Evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai tindakan atau suatu proses
untuk menentukan nilai segala sesuatu dalam dunia pendidikan atau segala
sesuatu yang ada hubungannya dengan dunia pendidikan. Evaluasi pembelajaran adalah proses untuk mendapatkan data
dan informasi yang diperlukan dalam menentukan sejauh mana dan bagaimana
pembelajaran yang telah berjalan agar dapat membuat penilaian (judgement)
dan perbaikan yang dibutuhkan untuk memaksimalkan hasilnya. Istilah evaluasi
pembelajaran sering disamaartikan dengan ujian. Meskipun sangat berkaitan, akan
tetapi tidak mencakup keseluruhan makna evaluasi pembelajaran yang sebenarnya.
Ujian atau tes hanyalah salah satu jalan yang dapat ditempuh untuk menjalankan
proses evaluasi.
B.
TUJUAN SISTEM EVALUASI PEMBELAJARAN
Tujuan sistem evaluasi pembelajaran yaitu :
1.
Mendeskripsikan kecakapan
belajar para siswa sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya dalam
berbagai bidang studi atau mata pelajaran yang ditempuhnya.
2.
Mengetahui keberhasilan
proses pendidikan dan pengajaran di sekolah, yakni seberapa jauh keefektifannya
dalam mengubah tingkah laku para siswa ke arah tujuan pendidikan yang
diharapkan.
3.
Menentukan tindak lanjut
hasil penilaian, yakni melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam hal program
pendidikan dan pengajaran serta strategi pelaksanaannya.
4.
Memberikan
pertanggungjawaban dari pihak sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Secara spesifik, berikut
ini adalah beberapa tujuan dilakukannya kegiatan evaluasi, diantaranya:
1.
Mengetahui tingkat penguasaan
seseorang terhadap kompetensi yang sudah ditetapkan berdasarkan standar dan
kebutuhan organisasi.
2.
Mengidentifikasi
kendala-kendala yang dihadapi sehingga dapat dilakukan diagnosis serta
memberikan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan objek evaluasi.
3.
Mengukur tingkat efisiensi
dan efektivitas sebuah media, metode, atau sumber daya lainnya dalam
pelaksanaan sebuah kegiatan.
4.
Memberikan umpan balik dan
informasi penting untuk memperbaiki kekurangan dan sebagai acuan dalam
pengambilan keputusan.
Selain itu juga ada beberapa tujuan evaluasi yaitu sebagai berikut:
1.
Menilai ketercapaian tujuan.
2.
Mengukur macam-macam aspek pelajaran yang bervariasi.
3.
Memotivasi belajar siswa.
4.
Menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar perubahan kurikulum.
5.
Menentukan tindak lanjut hasil penilaian.
C.
FUNGSI SISTEM EVALUASI PEMBELAJARAN
1.
Fungsi formatif
Sistem evaluasi sebagai
fungsi formatif yaitu, untuk memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar
untuk memperbaiki proses pembelajaran dan mengadakan program remedial jika diperlukan
bagi peserta didik.
2.
Fungsi sumatif
Sistem evaluasi sebagai
fungsi sumatif yaitu, untuk menentukan nilai kemajuan atau hasil belajar
peserta didik dalam mata pelajaran tertentu, sebagai bahan untuk memberikan
laporan kepada berbagai pihak, penentuan kenaikan kelas, dan penentuan lulus
tidaknya peserta didik.
3.
Fungsi diagnostic
Sistem evaluasi sebagai
fungsi diagnostic yaitu, untuk memahami latar belakang meliputi latar
psikologis, fisik, dan lingkungan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar,
yang hasilnya dapat digunakan sebagai dasar dalam memecahkan
kesulitan-kesulitan tersebut.
4.
Fungsi penempatan
Sistem evaluasi sebagai
fungsi penempatan yaitu, untuk menempatkan peserta didik dalam situasi
pembelajaran yang tepat (misalnya dalam menentukan program spesialisasi) sesuai
dengan tingkat kemampuan peserta didik.
Evaluasi dalam bidang pendidikan dan pengajaran mempunyai berbagai
fungsi sebagai berikut:
1.
Alat untuk mengetahui tercapai atau tidaknya tujuan instruksional.
2.
Umpan balik bagi perbaikan proses belajar-mengajar.
3.
Dasar dalam menyusun laporan hasil belajar siswa kepada para orang
tuanya.
4.
Sebagai alat seleksi.
5.
Sebagai bahan-bahan informasi apakah anak-anak tersebut harus mengulang
pelajaran atau tidak.
6.
Sebagai bahan informasi dalam memberikan bimbingan tentang jenis
pendidikan yang cocok terhadap anak tersebut.
D.
PRINSIP SISTEM EVALUASI PEMBELAJARAN
Dalam Permendikbud No. 23
Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan pasal 5, dijelaskan bahwa
prinsip evaluasi atau penilaian hasil belajar antara lain adalah sebagai
berikut.
1.
Sahih, yang berarti
penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.
2.
Objektif, berarti penilaian
didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi
subjektivitas penilai.
3.
Adil, berarti penilaian
tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus
serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status
sosial ekonomi, dan gender.
4.
Terpadu, berarti penilaian
merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
5.
Terbuka, berarti prosedur
penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui
oleh pihak yang berkepentingan.
6.
Menyeluruh dan
berkesinambungan, berarti penilaian mencakup semua aspek kompetensi dengan
menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau dan menilai
perkembangan kemampuan peserta didik.
7.
Sistematis, berarti
penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti
langkah-langkah baku.
8.
Beracuan kriteria, berarti
penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
9.
Akuntabel, berarti
penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segimekanisme, prosedur,
teknik, teknik, maupun hasilnya.
Berikut ini beberapa
prinsip sistem evaluasi dalam suatu penilaian:
1.
Penilaian hendaknya
didasarkan atas hasil pengukuran yang komprehensif.
2.
Harus dibedakan antara
penskoran (scoring) dan penilaian (grading).
3.
Dalam proses pemberian
nilai hendakya diperhatikan adanya 2 macam orientasi, yaitu penilaian
yang norm referenced (dalam kelompok) dan yang criterion
referenced (individu).
4.
Kegiatan pemberian nilai
hendaknya merupakan bagian integral dari proses belajar mengajar artinya
menjadi feedback atau umpan balik.
5.
Penilaian harus bersifat
komparabel (adil).
6.
Sistem penilaian yang
dipergunakan hendaknya jelas bagi siswa dan bagi pengajar sendiri.
Evaluasi hasil belajar dikatakan terlaksana dengan baik apabila dalam
pelaksanaannya senantiasa berpegang pada tiga prinsip dasar berikut ini.
1.
Prinsip Keseluruhan
Prinsip keseluruhan atau menyeluruh atau komprehensif adalah evaluasi
tersebut dilaksanakan secara bulat, utuh, menyeluruh. Maksud dari pernyataan
ini adalah bahwa dalam pelaksanaannya evaluasi tidak dapat dilaksanakan secara
terpisah, tetapi mencakup berbagai aspek yang dapat menggambarkan perkembangan
atau perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri peserta didik sebagai
makhluk hidup dan bukan benda mati.
2.
Prinsip Kesinambungan
Istilah lain dari prinsip ini adalah kontinuitas. Penilaian yang berkesinambungan
ini artinya adalah penilaian yang dilakukan secara terus menerus,
sambung-menyambung dari waktu ke waktu. Penilaian secara berkesinambungan ini
akan memungkinkan si penilai memperoleh informasi yang dapat memberikan
gambaran mengenai kemajuan atau perkembangan peserta didik sejak awal mengikuti
program pendidikan sampai dengan saat-saat mereka mengakhiri program-program
pendidikan yang mereka tempuh.
3.
Prinsip Objektivitas
Prinsip objektivitas mengandung makna bahwa evaluasi hasil belajar terlepas
dari faktor-faktor yang sifatnya subjektif. Orang juga sering menyebut prinsip
objektif ini dengan sebutan “apa adanya”. Maksudnya ialah materi evaluasi
tersebut bersumber dari materi atau bahan ajar yang akan diberikan sesuai atau
sejalan dengan tujuan instruksional khusus pembelajaran.
E.
TEKNIK SISTEM EVALUASI PEMBELAJARAN
Dalam konteks evaluasi hasil proses pembelajaran di sekolah dikenal
adanya 2 macam teknik, yaitu teknik tes, maka evaluasi dilakukan dengan jalan
menguji peserta didik, sedangkan teknik non test, maka evaluasi dilakukan
dengan tanpa menguji peserta didik.
1.
Teknik tes
Tes adalah alat atau prosedur yang dipergunakan dalam rangka pengukuran
dan penilaian di bidang pendidikan yang berbentuk pemberian tugas atau
serangkaian tugas baik berupa pertanyaan-pertanyaan atau perintah- perintah
oleh testee sehingga dapat dihasilkan nilai yang melambangkan tingkah laku
dengan nilai-nilai yang dicapai oleh testee lainnya atau dibandingkan dengan
nilai standar tertentu.
2.
Teknik non tes
Dengan teknik non tes, maka penilaian atau evaluasi hasil belajar
peserta didik dilakukan dengan tanpa menguji peserta didik, melainkan dilakukan
dengan cara:
a.
Skala bertingkat (rating scale) skala menggambarkan suatu nilai yang
berbentuk angka terhadap sesuatu hasil pertimbangan.
b.
Questioner (Angket) yaitu sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh
orang yang akan diukur (responden).
c.
Daftar cocok (check list) yaitu deretan pernyataan di mana responden
yang dievaluasi tinggal membubuhkan tanda cocok (√) di tempat yang sudah
disediakan.
d.
Wawancara (Interview) suatu metode atau cara yang digunakan untuk
mendapatkan jawaban dari responden dengan jalan tanya jawab sepihak.
e.
Pengamatan (observation) suatu teknik yang dilakukan dengan cara
mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara sistematis.
f.
Riwayat hidup, gambaran tentang keadaan seseorang selama dalam masa
kehidupannya.
F.
TAHAPAN SISTEM EVALUASI PEMBELAJARAN
1. Mengembangkan konsep dan melakukan penelitian awal. Konsep harus
direncanakan dengan baik sebelum eksekusi terorganisir dan pesan harus tes
untuk memeriksa kompatibilitas antara draft yang disiapkan oleh pesan eksekusi.
2. Dengan uji coba yang dilakukan, evaluator mencoba untuk mencari respon
dari penonton. Respon penonton penting untuk mengukur efektivitas pesan.
Evaluasi
bukanlah aktivitas instan, melainkan adalah sebuah kegiatan yang terdiri dari
beberapa tahapan. Meskipun setiap kegiatan evaluasi memiliki tahapan berbeda,
ada beberapa tahapan evaluasi yang berlaku secara umum, seperti berikut ini.
1.
Menentukan Aspek yang Akan
Dievaluasi
Sebuah kegiatan
atau program pasti dilaksanakan dengan melibatkan berbagai aspek atau komponen
yang saling mendukung. Untuk dapat mengevaluasi kegiatan secara keseluruhan,
perlu dilakukan evaluasi terhadap setiap aspek.
2.
Mendesain Kegiatan Evaluasi
yang Akan Dilakukan
Agar kegiatan
evaluasi tepat sasaran dan bisa menghasilkan output yang
diinginkan, Anda perlu merancang lebih dahulu sistem evaluasi yang akan
dilakukan. Desain evaluasi meliputi data yang dibutuhkan, metode evaluasi,
hasil yang diinginkan, dan sebagainya.
3.
Mengumpulkan Data Evaluasi
Setelah desain
evaluasi selesai dibuat, Anda bisa mulai mengumpulkan data yang dibutuhkan
sesuai dengan metode dan kaidah ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
4.
Menganalisis dan Mengolah
Data
Data-data yang
telah dikumpulkan kemudian dianalisis dan diolah. Untuk mempermudah proses
analisis dan pengolahan data, Anda sebaiknya mengelompokkan data-data tersebut.
Gunakan alat analisis yang sesuai agar fakta yang dihasilkan dapat dipercaya.
Selanjutnya, bandingkan dengan rencana awal.
5.
Melaporkan Hasil Evaluasi
Pada tahap
terakhir, Anda harus melaporkan hasil evaluasi yang sudah dilakukan agar bisa
dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan. Untuk itu, hasil evaluasi perlu
didokumentasikan secara tertulis dan disimpan dengan baik.
G.
PENDEKATAN SISTEM EVALUASI PEMBELAJARAN
Dilihat dari komponen pembelajaran,
pendekatan evaluasi dapat dibagi dua, yaitu pendekatan tradisional dan
pendekatan sistem.
1.
Pendekatan Tradisional
Pendekatan evaluasi tradisional
berorientasi pada praktik evaluasi yang telah berjalan selama ini di sekolah
yang ditujukan pada perkembangan aspek intelektual peserta didik. Aspek-aspek
keterampilan dan pengembangan sikap kurang mendapatkan perhatian yang serius.
2.
Pendekatan Sistem
Evaluasi pendekatan sistem adalah
evaluasi yang dilakukan melalui sistem atau totalitas dari berbagai komponen
yang saling berhubungan dan ketergantungan. Komponen evaluasi yang dimaksud
meliputi komponen kebutuhan dan feasibility, komponen input, komponen proses,
dan komponen produk.
SUMBER
Asrul,
Rusydi Ananda dan Rosnita (2015). Evaluasi Pembelajaran. Bandung:
Citapustaka Media. ISBN 978-602-1317-49-5.
Miterianifa,
dan Mas'ud Zein (2016). Evaluasi Pembelajaran Kimia: Model Integrasi
Sains Dengan Islam. Pekanbaru: Cahaya Firdaus Publishing and
Printing. ISBN 978-602-60512-6-4.
Wulan
E.R., dan Rusdiana (2014). Evaluasi Pembelajaran dengan Pendekatan
Kurikulum 2013. Bandung: Pustaka Setia.
Zein,
Mas'ud dan Darto (2012). Evaluasi Pembelajaran Matematika.
Pekanbaru: Daulat Riau. ISBN 979-3757-04-3.
Riadi, Akhmad. 2017. Probelamatika Sistem Evaluasi Pembelajaran. Ittihad
Jurnal Kopertais Wilayah XI Kalimantan. Volume 15, Nomor 27.
Widiyastuti, Wahyuning. 2014. Evaluasi Sistem Pembelajaran. Edukasia:
Jurnal Penelitian Pendidikan Islam. Vol. 9, No. 2.
Suarga. 2019. Hakikat, Tujuan Dan Fungsi Evaluasi Dalam Pengembangan
Pembelajaran. Volume VIII, Nomor 2.
Komentar
Posting Komentar