STRATEGI PEMBELAJARAN
Nama : Weni Ayu Sundari
NIM :
11901108
Semester/Kelas :
4/G PAI
Mata Kuliah :
Magang 1
STRATEGI PEMBELAJARAN
A.
PENGERTIAN STRATEGI PEMBELAJARAN
Strategi adalah suatu pola yang direncanakan dan ditetapkan secara
sengaja untuk melakukan kegiatan atau tindakan. Strategi mencakup tujuan
kegiatan, siapa yang terlibat dalam kegiatan, isi kegiatan, proses kegiatan,
dan sarana penunjang kegiatan. Strategi yang diterapkan dalam kegiatan
pembelajaran disebut strategi pembelajaran.
Dimana pembelajaran adalah upaya pendidik untuk membantu peserta
didik melakukan kegiatan belajar. Tujuan strategi pembelajaran
adalah terwujudnya efesiensi dan efektivitas kegiatan belajar yang
dilakukan peserta didik. Pihak-pihak yang terlibat dalam pembelajaran adalah pendidik
(perorangan dan atau kelompok) serta peserta didik (perorangan, kelompok dan
atau komunitas) yang berinteraksi edukatif antara satu dengan yang lainnya. Isi
kegiatannya adalah bahan/materi belajar yang bersumber dari kurikulum suatu
program pendidikan. Proses kegiatan adalah langkah-langkah yang dilalui
pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran. Sumber pendukung kegiatan
pembelajaran mencakup fasilitas dan alat-alat bantu pembelajaran.
Dengan demikian strategi pembelajaran mencakup penggunaan
pendekatan, metode dan teknik, bentuk media, sumber belajar, pengelompokan
peserta didik, untuk mewujudkan interaksi edukasi antara pendidik dengan
peserta didik, antar peserta didik, dan terhadap proses, hasil, dan/atau dampak
kegiatan pembelajaran.
Dalam hal ini, strategi pembelajaran di artikan sebagai
perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang di desain untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu. Strategi merupakan usaha untuk memperoleh
kesuksesan dan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Strategi pembelajaran
merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan
pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran yang disusun
untuk mencapai tujuan tertentu, yakni tujuan pembelajaran.
Strategi pembelajaran adalah pendekatan menyeluruh dalam suatu
sistem pembelajaran yang berupa pedoman umum dan kerangka kegiatan untuk
mencapai tujuan pembelajaran, yang dijabarkan dari pendangan falsafah atau
teori belajar tertentu. Berikut pendapat beberapa ahli berkaitan dengan pengertian
strategi pembelajaran.
Menurut Kozma dalam Majid (2015:7) secara umum menjelaskan bahwa
strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap kegiatan yang dipilih,
yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju
tercapainya tujuan pembelajaran tertentu. Sedangkan Wina Sanjaya dalam Majid
(2015:) menyatakan bahwa strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan
(rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber
daya atau kekuatan dalam pembelajaran.
Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa strategi
pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan atau rangkaian kegiatan yang
dipilih guru mencakup penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya
yang ditujukan untuk siswa, yang bertujuan agar tercapainya tujuan
pembelajaran.
Hal ini bahwa berarti di dalam penyusunan suatu strategi baru
sampai pada proses penyusunan rencana kerja, belum sampai tindakan. Strategi
disusun untuk mencapai tujuan tertentu, artinya arah dari semua keputusan
penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan
sumber belajar, semua diarahkan dalam pencapaian tujuan.
B.
JENIS-JENIS STRATEGI PEMBELAJARAN
1.
Strategi Pembelajaran Langsung (Direct
Instruction)
Strategi pembelajaran langsung
merupakan strategi yang kadar berpusat pada gurunya paling tinggi, dan paling
sering digunakan. Pada strategi ini termasuk didalamnya metode-metode ceramah,
pertanyaan didaktik, pengajaran eksplisit, praktek dan latihan, serta
demonstrasi. Strategi pembelajaran langsung efektif digunakan untuk memperluas
informasi atau mengembangankan ketrampilan langkah demi langkah.
2.
Strategi Pembelajaran Tidak
Langsung (Indirect Instruction)
Pembelajaran tidak langsung
memperlihatkan bentuk keterlibatan siswa yang tinggi dalam observasi,
penyelidikan, penggambaran inferensi berdasarkan data, atau pembentukan
hipotesis.Dalam pembelajaran tidak langsung, peran guru beralih dari penceramah
menjadi fasilitator, pendukung, dan sumber personal (resourse person).Guru
merancang lingkungan belajar, memberikan kesempatan siswa untuk terlibat, dan
memungkinkan memberikan umpanbalik kepada siswa ketika meraka melakukan
inkuiri. Strategi pembelajaran tidak langsung mengisyaratkan bahan-bahan cetak,
non-cetak, dan sumber-sumber manusia.
3.
Strategi Pembelajaran Interaktif (Interactive
Intruction)
Strategi pembelajaran interaktif
merujuk kepada bentuk diskusi dan saling berbagi diantara peserta didik. Seaman
dan Fellenz (1989) mengemukakan bahwa diskusi dan saling berbagi akan
memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan reaksi terhadap gagasan,
pengalaman, pandangan, dan pengetahuan guru atau kelompok, serta mencoba
mencari alternatif dalam berfikir. Strategi pembelajaran interaktif
dikembangkan dalam rentang pengelompokan dan metode-metode interaktif.
Didalamnya terdapat bentuk-bentuk diskusi kelas, diskusi kelompok kecil atau
pengkerjaan tugas berkelompok, dan kerja sama siswa secra berpasangan.
4.
Strategi Pembelajaran melalui
Pengalaman (Experiential Learning)
Strategi pembelajaran melalui
pengalaman menggunakan bentuk sekuensi induktif, berpusat pada siswa, dan
berorientasi pada aktivitas.Penekanan dalam strategi belajar melalui pengalaman
adalah pada proses belajar, dan bukan hasil belajar. Guru dapat menggunakan
strategi ini baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Sebagai contoh, di dalam
kelas dapat digunakan metode simulasi, sedangkan di luar kelas dapat
dikembangkan metode observasi untuk memperoleh gambaran pendapat umum.
5.
Strategi Pembelajaran Mandiri
Belajar mandiri merupakan strategi
pembelajaran yang bertujuan untuk membangun inisiatif individu, kemandirian,
dan peningkatan diri. Fokusnya adalah pada perencanaan belajar mandiri oleh
peserta didik dengan bantuan guru. Belajar mandiri juga bisa dilakukan dengan
teman atau sebagan dari kelompok kecil. Kelebihan dari pembelajaran ini adalah
membentuk peserta didik yang mandiri dan bertanggung jawab. Sedangkan
kekurangannya adalah peserta belum dewasa, sulit menggunakan pembelajaran
mandiri.
C.
FUNGSI STRATEGI PEMBELAJARAN
Fungsi
strategi pandidikan dalam arti mikro (sempit) adalah suatu cara atau teknik
yang dapat membantu (secara sadar) pelaksanaan pendidikan dalam mengembangkan
aspek jasmani dan rohani peserta didik.
Berkenaan
dengan pencapaian tujuan pembelajaran, strategi pendidikan merupakan
salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan termasuk dalam merencanakan
pembelajaran hingga pada pelaksaan pembelajaran. Sebab segala kegiatan
pembelajar muaranya pada tercapainya tujuan tersebut.
D.
UNSUR-UNSUR STRATEGI PEMBELAJARAN
Dalam pembuatan strategi
pembelajaran ini Dick dan Carey menjelaskan ada empat elemen strategi
pembelajaran:
1. Rangkaian/keurutan
dan pengelompokan konten
a.
Rangkaian/keurutan konten
Rangkaian/keurutan konten merupakan
komponen pertama yang harus dilakukan dalam pembuatan strategi pembelajaran.
Dalam elemen ini pengajar mengelompokan konten yang merujuk pada keurutan
sistem. Pengelompokan dimulai dari yang rendah ke tinggi. Dimulai dari kiri ke
kanan semakin meninggi tingkatannya.
b.
Pengelompokkan Pembelajaran
Hal yang tak kalah pentingnya
dengan elemen nomor satu ini adalah pengelompokkan pembelajaran. Disini
pengajar diminta untuk mengelompokkan kegiatan. Apakah akan menyampaikan
informasi dalam satu waktu atau mengelompokkan beberapa tujuan pembelajaran
yang saling berkaitan. Untuk menentukan hal itu perlu diperhatikan:
·
Tingkat usia para peserta didik
·
Kompleksitas materi
·
Jenis pembelajaran yang berlangsung
·
Seberapa bervariasimya kegiatan
pengajaran
·
Jumlah waktu yang diperlukan untuk
menyampaikan tujuan
2.
Komponen Pembelajaran
Elemen berikutnya adalah penjelasan tentang komponen
pembelajaran untuk seperangkat beba pembelajaran. Mengajar merupakan hal yang
disengaja dirancang sedemikian rupa guna untuk penyampaian informasi dari guru
ke siswa untuk mendukung proses pembelajaran internal. Dalam hal ini perlu
diperhatikan peristiwa apa saja yang dapat mendukung peristiwa tersebut. Gagne
menjelaskan peristiwa yang mendukung kegiatan ini ada 9:
·
Mendapatkan perhatian
·
Menginformasikan tujuan
pembelajaran kepada peserta didik
·
Merangsang pengulangan kembali
sebagai prasyarat belajar
·
Manyajikan material ajar
·
Menyediakan bimbingan konseling
·
Membangun kinerja (praktik)
·
Memberikan umpan balik
·
Menilai kinerja
·
Meningkatkan retensi dan transfer
3. Pengelompokan
Peserta Didik
Unsur berikutnya dari strategi
pembelajaran adalah deskripsi tentang bagaimana siswa akan dikielompokkan dalam
pembelajaran. Hal utama yang dipertimbangkan adalah apakah ada persyaratan
untuk interaksi sosial yang secara eksplisit dinyatakan pada tujuan, di
lingkungan kinerja, dalam komponen tertentu pembelajaran yang direncanakan,
atau dalam pandangan pribadi.
4. Pemilihan
Media dan Sistem Pengajaran
Dalam proses pembelajaran harus
memperhatikan pemilihan sistem penyampaian untuk keseluruhan pembelajaran,
sesuai dengan media yang akan digunakan untuk menyajikan informasi dalam
pengajaran. Dick dan Carey (Majid:2014) menyatakan beberapa pertimbangan dalam
memilih media pembelajaran diantaranya pemilihan media untuk domain belajar,
pertimbangan lainnya dalam pemilihan media serta kognisi siswa.
E.
ISTILAH DALAM STRATEGI PEMBELAJARAN
Dikenal beberapa istilah dalam
pembelajaran yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa
bingung untuk membedakannya. Istilah tersebut yaitu sebagai berikut:
1.
Pendekatan Pembelajaran
Istilah pendekatan berasal dari
bahasa inggris “approach” yang memiliki beberapa arti, diantaranya
diartikan dengan “pendekatan”. Dalam dunia pengajaran, kata approach lebih
tepat diartikan a way of begining something (cara memulai sesuatu). Oleh karena
itu, istilah pendekatan dapat diartikan sebagai “cara memulai pendekatan”.
Pengertian pendekatan pembelajaran
secara tegas belum ada kesepakatan dari para ahli pendidikan. Namun beberapa
ahli mencoba menjelaskan tentang pendekatan pembelajaran (instructional
approach), misalnya yang ditulis oleh Gladene Robertson dan Hellmut
Lang (1984: 5). Menurutnya, pendekatan pembelajaran dapat dimaknai menjadi 2
pengertian, yaitu pendekatan pembelajaran sebagai dokumen tetap, dan pendekatan
pembelajaran sebagai kajian yang terus berkembang. Pendekatan pembelajaran
sebagai dokumen tetap dimaknai sebagai suatu kerangka umum dalam praktek
profesional guru, yaitu serangkaian dokumen yang dikembangkan untuk mendukung
pencapaian kurikulum. Hal tersebut berguna untuk:
·
Mendukung kelancaran guru dalam
proses pembelajaran;
·
Membatu para guru menjabarkan
kurikulum dalam praktik pembelajaran di kelas;
·
Sebagai panduan bagi guru dalam
menghadapi perubahan kurikulum; dan
·
Sebagai bahan masukan bagi para penyusunan
kurikulum untuk mendesain kurikulum dan pembelajaran yang terintregasi.
Pendekatan pembelajaran sebagai
bahan kajian yang terus berkembang, oleh Gladene Robertson dasn Hellmet Lang
dimaknai selain sebagai kerangka umum untuk praktek profesional guru, juga
dimaksudkan sebagai studi komperhensif tentang praktik pembelajaran maupun
petunjuk pelaksanaannya. Selain itu, dokumen tersebut juga dimaksudkan untuk
mendorong para guru agar:
·
Mengkaji lebih jauh tentang
pendekatan-pendekatan pembelajaran yang lainnya;
·
Menjadi bahan refleksi tentang
pembelajaran yang sudah dilakukannya:
·
Merupakan seni, seperti hanyya ilmu
mengajar yang terus berkembang: dan
·
Sebagai katalisator untuk
mengembangkan profesional guru lebih lanjut.
Pendekatan pembelajaran digambarkan
sebagai kerangka umum tentang skenario yang digunakan guru untuk membelajarkan
siswa dalam rangka mencapai suatu tujuan pembelajaran. Diagram berikut
memperliharkan dengan lebih jelas tentang hubungan antara model pembelajaran,
pendekatan, stategi pembelajaran, metode pembelajaran, dan keterampilan
mengajar.
2.
Model Pembelajaran
Model pembelajaran merupakan
kerangka dasar pembelajaran yang dapat diisi oleh beragam muatan mata
pelajaran, sesuai dengan karakteristik kerangka dasarnya. Model pembelajaran
ini dapat muncul dalam beragam bentuk dan variasinya sesuai dengan landasan
filosofis dan pedagogis yang melatar belakanginya.
Arends (1997) menyatakan “
the term teaching model refers to a particural approach to instruction that
includes its goals, syntax environment, and management system” (istilah
model pengajaran mengarah pada suatu pendekatan pembelajaran tertentu termasuk tujuannya,
sintaksnya, lingkungan, dan sistem pengelolaannya). Dengan demikian, maka model
pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas daripada pendekatan, strategi,
metode atau prosedur. Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu
pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran
di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat
pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum, dan
lain-lain.
Model pembelajaran mempunyai ciri
khusus yang membedakan dengan strategi, metode atau prosedue, ciri tersebut
ialah :
a.
Rasional teoritis logis yang
disusun oleh para pencipta atau pengembangnya.
b.
Landasan pemikiran tentang apa dan
bagaimana peserta didik belajar.
c.
Tingkah laku pembelajaran yang
diperlukan agar model tsb dapat dilaksanakan dengan berhasil.
d.
Lingkungan belajar yang diperlukan
agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai.
3.
Metode Pembelajaran
Metode menurut J.R. david
dalam Teaching Strategies for College Class Room (1976)
ialah ”a way in achieving something” (cara untuk mencapai
sesuatu). Untuk melaksanakan suatu strategi, digunakan seperangkat metode
pengeajaran tertentu. Dalam pengertian demikian maka metode pengajaran menjadi
salah satu unsur dalam strategi pembelajarann. Unsur seperti sember belajar,
kemampuan guru dan siswa, media pendidikan, materi pengajaran, organisasi,
waktu tersedia, kondisi kelas, dan lingkungan merupakan unsur-unsur yang
mendukung strategi pembelajaran. Dalam bahasa Arab, metode dikenal dengan
istilah at-thariq (jalan-cara).
Metode digunakan oleh guru untuk
mengkreasi lingkungan belajar dan mengkhususkan aktivitas dimana guru dan siawa
terlibat selama proses pembelajaran berlangsung. Biasanya metode digunakan
melalui salah satu strategi, tetapi juga tidak tetutup kemungkinan beberapa
metode berbeda dalam strategi yang bervariasi, artinya penetapan metode dapat
divariasikan melalui strategi yang berbeda tergantung pada tujuan yang akan
dicapai dan konten proses yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran.
Terdapat beberapa metode
pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi
pembelajaran, diantaranya ceramah, demonstrasi, diskusi, simulasi,
laboraturium, pengalaman lapangan dan debat.
4.
Teknik Pembelajaran
Metode pembelajaran dijabarkan ke
dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat
diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu
metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan
jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya
secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang
siswanya jumlah siswanya terbatas. Demikian pula dengan pengunaan metode
diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong
aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat
berganti-ganti teknik, meskipun dalam koridor metode yang sama.
Keterampilan merupakan perilaku
pembelajaran yang sangat spesifik. Di dalamnya terdapat teknik-teknik
pembelajaran seperti bertanya, diskusi, pembelajaran langsung, tekknik
menjelaskan, dan mendemonstrasikan. Dalam keterampilan-keterampilan
pembelajaran ini juga mencakup kegiatan perencanaan yang dikembangkan guru,
struktur dan fokus pembelajaran, serta pengelolaan pembelajaran.
5.
Taktik Pembelajaran
Taktik pembelajaran merupakan gaya
seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang
sifatnya individual. Misalnya, terdapat dua orang yang sama-sama menggunakan
metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang
digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan
humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi ,
semetara itu yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi
lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat
menguasai bidang tersebut. Dalam gaya pembelajaran, akan tampak keunikan atau
kekhasan dari masing-masing guru. Hal ini sesuai dengan kemampuan, pengalamann,
dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini,
pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu dan sekaligus juga seni (kiat).
Apabila antara pendekatan,
strategi, metode, teknik, dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai
menjadi satu kesatuan yang utuh, maka terbentuklah apa yang disebut dengan
model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk
pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas
oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai
dari penerapan suatu pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran.
Dari penjelasan di atas, dapat
disimpulkan bahwa suatu strategi pembelajaran yang diterapkan guru akan
tergantung pada pendekatan yang digunakan, sedangkan bagaimana menjalankan
strategi itu dapat ditetapkan melalui berbagai metode pembelajaran. Dalam upaya
menjalankan metode pembelajaran, guru dapat menentukan teknik yang dianggap
relevan dengan metode, dan pengunaan teknik itu setiap guru memiliki
taktik yang mungkin berbeda anta guru yang satu dengan yang lain.
SUMBER
Made Wena, Strategi Pembelajaran
Inovatif Kontemporer , ( 2011 ), Jakarta Timur : PT Bumi Aksara.
Udin S. Winata. Dkk, Strategi Belajar
Mengajar, ( 2005 ), Jakarta : Universita Terbuka.
Majid, A. (2015). Strategi
Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Susianti, E.
(2013). Strategi Pembelajaran. [Online].
Komentar
Posting Komentar